Gus Nabil Rela Tinggalkan 5 Agenda, Diklat Pagarnusa Banyuwangi Jadi Sorotan Nasional
- account_circle AW
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Banyuwangi1tv.com – Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagarnusa Kabupaten Banyuwangi sukses menggelar Diklat Asisten Pelatih dan Wisuda Pelatih Cabang Tahun 2026 yang berlangsung di Aula GOR KH. Moh Ilyas, Berasan, Kecamatan Muncar.
Kegiatan strategis ini digelar selama tiga hari, mulai Jumat (17/04/2026) hingga Minggu (19/04/2026), sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat kaderisasi pelatih Pagarnusa di tingkat cabang.
Ketua PC Pagarnusa Banyuwangi, Ahmad Syifa’ Nailur Wafar, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar serta dukungan berbagai pihak.
“Puji syukur kehadirat Allah SWT, kita bisa berkumpul dalam majelis yang penuh berkah ini, dalam kegiatan Wisuda Diklat Asisten Pelatih dan Pelatih Cabang Pagarnusa Banyuwangi tahun 2026,” ujar Ahmad Syifa’.
Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini cukup besar, menunjukkan tingginya antusiasme kader Pagarnusa Banyuwangi. Tercatat sekitar 280 peserta mengikuti Diklat Asisten Pelatih dan 100 peserta mengikuti Pelatih Cabang hingga tahap wisuda.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Syifa’ juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.
“Kami atas nama pimpinan cabang mohon maaf apabila dalam penyajian dan penyambutan banyak kekurangan. Kami mewakili seluruh pengurus PC Pagarnusa Banyuwangi memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ucap Ahmad Syifa’.
Selain itu, Ahmad Syifa’ memaparkan perkembangan organisasi yang terus mengalami peningkatan signifikan, khususnya dalam pembentukan struktur kepengurusan di tingkat bawah.
25 kecamatan telah memiliki SK Pimpinan Anak Cabang (PAC) serta 187 SK pimpinan ranting telah diterbitkan dari total 287 ranting.
“Alhamdulillah 25 kecamatan lengkap memiliki SK PAC. Dari 287 pimpinan ranting, kami masih mampu meng-SK-kan sebanyak 187 SK pimpinan ranting,” jelas Ahmad Syifa’.
Tak hanya fokus pada struktur organisasi, Pagarnusa Banyuwangi juga mulai bertransformasi ke arah digital melalui aplikasi SIASA (Sistem Informasi Administrasi Santri dan Anggota).
“Melalui aplikasi Sistem Informasi Administrasi Santri dan Anggota Pagarnusa Kabupaten Banyuwangi, PAC mampu memonitor berapa unit latihan dan jumlah santri putra-putri di wilayahnya,” tambah Ahmad Syifa’.
Penguatan kader juga dilakukan melalui pembentukan Pasukan Inti yang telah memasuki tiga angkatan. Target ke depan, setiap PAC memiliki 9 Pasukan Inti dan setiap ranting minimal memiliki 1 Pasukan Inti.
“Target kita, semoga setiap tahunnya setiap PAC memiliki 9 Pasukan Inti dan setiap pimpinan ranting minimal punya 1 Pasukan Inti,” katanya.
Tidak hanya pembinaan atlet, Pagarnusa Banyuwangi juga mengembangkan kemandirian ekonomi melalui produksi batik dan kopi khas. Produk unggulan tersebut bahkan diserahkan langsung kepada Ketua Umum PP Pagarnusa, Muchamad Nabil Haroen, sebagai simbol penguatan ekonomi organisasi.
Produk yang diserahkan meliputi, Batik Pasukan Inti, Kopi Rindu khas Pagarnusa Banyuwangi.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting Nahdlatul Ulama, di antaranya KH Fachrudin Mannan dan H. Junaedi.
Kehadiran Gus Nabil menjadi sorotan utama. Di tengah padatnya agenda nasional, Gus Nabil tetap memilih hadir langsung di Banyuwangi.
“Pengurus pusat pada hari ini memiliki lima agenda. Tetapi saya memilih datang ke Banyuwangi karena ini diklat Asisten Pelatih dan Wisuda Pelatih Cabang, bagi saya ini agenda penting dan saya merasa wajib hadir,” ujar Gus Nabil.
Gus Nabil menilai Banyuwangi memiliki potensi besar sebagai kekuatan utama Pagarnusa di Jawa Timur, baik dari sisi jumlah kader maupun kekuatan spiritual yang dimiliki.
Selain itu, Gus Nabil juga menekankan pentingnya digitalisasi melalui e-KTA yang kini berkembang pesat secara nasional. Data anggota Pagarnusa meningkat signifikan dari 50 ribu menjadi sekitar 200 ribu anggota.
“Manfaatnya besar. Kita bisa memotret berapa kader Pagarnusa yang berprofesi sebagai petani, TNI, Polri, mahasiswa, wirausaha, dan lain sebagainya. Ini bisa dilihat real time,” tegas Gus Nabil.
Di akhir kegiatan, Gus Nabil mengingatkan seluruh kader agar tetap menjaga loyalitas, soliditas, serta tidak meninggalkan nilai-nilai pesantren dan para masyayikh.
Sementara itu, Ahmad Syifa’ kembali menegaskan komitmen penuh Pagarnusa Banyuwangi dalam berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama.
“Jangan ragukan kesetiaan kami kepada Nahdlatul Ulama. Kami akan siap dan selalu siap ketika mendapatkan perintah dari Nahdlatul Ulama,” pungkas Ahmad Syifa’.


- Penulis: AW
- Editor: Haya


Saat ini belum ada komentar