Pesona Mistis Seblang Olehsari Kembali Memikat, Penari Baru Jadi Sorotan Ribuan Pengunjung
- account_circle Banyuwangi1tv
- calendar_month Sel, 24 Mar 2026
- comment 0 komentar

Banyuwangi1tv.com –
Ritual tarian sakral Seblang Olehsari kembali digelar di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Tradisi kuno yang sarat nuansa spiritual ini berlangsung selama tujuh hari berturut-turut, mulai Senin (23/3/2026), dan langsung dipadati ribuan penonton dari berbagai daerah.
Sebagai warisan leluhur yang dijaga secara turun-temurun, Seblang Olehsari tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga daya tarik budaya yang kuat. Setiap tahunnya, tradisi ini selalu menyedot perhatian wisatawan yang ingin menyaksikan langsung keunikan spiritual khas tanah Blambangan.
Ritual ini dikenal memiliki aura mistis yang kental. Sang penari tampil dalam kondisi tidak sadar, diyakini berada dalam pengaruh energi leluhur yang mengarahkan setiap gerakannya. Fenomena tersebut kerap menghadirkan suasana magis yang membuat penonton merinding sekaligus takjub akan kekayaan budaya lokal.
Seblang sendiri merupakan bagian dari prosesi tolak bala dan bersih desa, yang bertujuan menjaga masyarakat dari marabahaya. Ritual ini rutin digelar setiap awal bulan Syawal sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memberikan apresiasi atas kelestarian tradisi tersebut.
“Banyuwangi sangat kaya akan tradisi adat dan budayanya. Kami akan tetap berupaya melestarikan tradisi ini sebagai warisan leluhur,” kata Ipuk.
Ia menambahkan, Seblang Olehsari yang digelar hingga 29 Maret ini juga menjadi bagian dari Banyuwangi Festival, yang terus mendorong sektor pariwisata daerah.
“Selain telah menjadi tradisi masyarakat, Seblang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berlibur di Banyuwangi selama libur Lebaran ini,” tambahnya.
Tahun ini, perhatian publik tertuju pada sosok penari baru, Sayu Apriliani. Gadis berusia 20 tahun tersebut menjalani debut perdananya setelah menggantikan Putri Ramadhani yang telah menunaikan tugas selama tiga tahun terakhir. Sayu merupakan putri dari Muhammad Putra Wahyudi dan Irawati, yang memiliki garis keturunan penari Seblang.
Pemilihan penari Seblang tidak dilakukan secara sembarangan. Prosesnya melalui tahapan spiritual dan harus berasal dari garis keturunan penari sebelumnya, menjadikan tradisi ini tetap terjaga keasliannya.
Kepala Desa Olehsari, Joko Mukhlis, mengaku bersyukur atas kelancaran pelaksanaan hari pertama.
“Saya sangat bersyukur ritual adat Seblang Olehsari tahun ini berlangsung lancar. Ritual sakral ini dapat disaksikan oleh masyarakat luas, baik warga lokal maupun luar Banyuwangi,” ungkap Joko.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Seblang Olehsari kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ikon budaya Banyuwangi yang tak hanya sakral, tetapi juga memikat secara wisata.





- Penulis: Banyuwangi1tv
- Editor: Haya


Saat ini belum ada komentar