Sukses Gelar Konferensi Internasional, UI Cordoba Banyuwangi Angkat Peran Pemuda Bangun Peradaban
- account_circle Banyuwangi1tv
- calendar_month Kam, 12 Feb 2026
- comment 0 komentar

Banyuwangi1tv.com – Universitas Islam Cordoba (UI Cordoba) Banyuwangi sukses menggelar Cordoba Annual Conference 2026 secara daring, Rabu (11/2/2026). Konferensi internasional tersebut menghadirkan 61 pembicara dari 19 institusi dan diikuti 235 peserta dari lima negara.
Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pemerhati pendidikan, pimpinan lembaga pendidikan, perwakilan pemerintah daerah, akademisi, hingga mahasiswa. Forum ini menjadi ruang dialog ilmiah lintas disiplin dan lintas negara.
Rektor UI Cordoba, Prof. Agus Trihartono, Ph.D., mengatakan konferensi tersebut menegaskan peran strategis generasi muda dalam membangun peradaban berkelanjutan.
“Generasi muda adalah aktor kunci. Mereka menawarkan gagasan tentang integrasi pendidikan Islam, ketahanan ekonomi, dakwah humanistik berbasis Al-Qur’an, hingga transformasi digital dalam satu kerangka yang utuh,” ujarnya.
Menurut Agus, para akademisi dari Malaysia, Thailand, Taiwan, dan Australia memiliki pandangan yang sejalan dalam menyikapi revolusi digital yang berkembang pesat.
“Revolusi digital tidak boleh berjalan tanpa fondasi nilai. Teknologi harus disertai integritas. Pendidikan tidak cukup hanya melahirkan kecerdasan akademik, tetapi juga karakter dan kepemimpinan moral. Ekonomi pun harus tumbuh secara inklusif dan berkeadilan,” tegasnya.
Pandangan serupa disampaikan Assoc. Prof. Dr. Mohd Badrol bin Awang dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UNISZA) Malaysia. Ia menekankan pentingnya pendidikan Islam yang berlandaskan adab, integritas, dan kepemimpinan moral generasi muda.
Konferensi juga menghadirkan sejumlah pembicara undangan, di antaranya Dr. Nico Irawan, Ph.D. (Thailand), Hastowohadi, M.Pd. (Taiwan), Hanifa Rahmawati, M.Appling (Australia), serta Moh. Faidol Juddi, S.I.Kom., M.I.Kom. (Australia).
Melalui agenda tahunan ini, UI Cordoba berkomitmen memperkuat kontribusi akademik dalam pengembangan pendidikan Islam, riset, dan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, nasional, hingga global.
“Kami ingin membangun dialog ilmiah lintas negara tanpa sekat geografis. Kualitas akademik tidak ditentukan oleh lokasi, tetapi oleh komitmen terhadap kolaborasi dan integritas,” pungkas Agus.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menetapkan enam peserta sebagai Best Speaker, yakni Fiona Adella binti Ardeni (UNISZA Malaysia), Khairul Hadi (UIN Sunan Kalijaga), Ali Fahrizal dan Panggih Widodo (Universitas PTIQ Jakarta), Angelica Sekare Vijjaningrum (UI Cordoba Banyuwangi), serta Ainus Sicha (UIT Lirboyo Kediri).



- Penulis: Banyuwangi1tv
- Editor: Haya


Saat ini belum ada komentar