Antisipasi Lonjakan Nataru, Menhub Dudy Pimpin Rakor di Pelabuhan Ketapang
- account_circle Banyuwangi1tv
- calendar_month Rab, 17 Des 2025
- comment 0 komentar

Banyuwangi1tv.com – Kesiapan menghadapi arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk terus dimatangkan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memimpin langsung rapat koordinasi kesiapan tersebut di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Selasa malam (16/12/2025).
Rapat koordinasi ini dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo, KSOP, BPTD, operator penyeberangan, pengusaha kapal, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Menhub Dudy menyampaikan, pergerakan masyarakat pada periode Nataru diprediksi meningkat signifikan. Karena itu, diperlukan upaya maksimal agar layanan penyeberangan selama masa libur Nataru dapat berjalan aman dan nyaman.
“Melalui rapat koordinasi kesiapan Nataru di Pelabuhan Ketapang ini, kita sepakati langkah-langkah strategis terkait peningkatan kualitas layanan, serta menjaga standar keselamatan dan keamanan dalam setiap aspek operasional,” ujarnya.
Menhub juga mengingatkan seluruh pihak untuk belajar dari insiden kecelakaan kapal yang menimpa KM Tunu Pratama Jaya dan KM Barcelona beberapa bulan lalu. Tragedi tersebut, menurutnya, harus menjadi pengingat agar pengawasan keselamatan dijalankan tanpa toleransi.
Ia menegaskan, setiap aspek mulai dari kelaikan kapal, kesiapan awak, hingga mitigasi potensi cuaca ekstrem harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Terlebih, periode Desember–Januari merupakan puncak musim penghujan.
“Saya mengingatkan agar seluruh pihak senantiasa siaga mengantisipasi berbagai potensi risiko dengan perhatian khusus pada empat aspek utama, yakni keselamatan dan keamanan pelayaran, kesiapan infrastruktur, keandalan operasional, serta mitigasi terhadap cuaca ekstrem dan kondisi darurat lainnya,” tegas Menhub.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi siap mendukung kelancaran arus Nataru, baik dari Pulau Jawa menuju Bali dan NTB maupun sebaliknya.
“Sebagai daerah penyangga penyeberangan, kami telah melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda Banyuwangi dan menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung kelancaran arus Nataru,” kata Ipuk.
Pemkab Banyuwangi menyiapkan buffer zone di Terminal Sritanjung dan kawasan Grand Watu Dodol untuk mengurai kepadatan, termasuk lokasi parkir truk logistik agar tidak menumpuk di jalur Pantura.
“Kami juga menyiapkan posko layanan, fasilitas kesehatan, IGD, ambulans, serta bersinergi dengan Polresta, TNI, dan OPD terkait,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Banyuwangi memperkuat pengamanan perlintasan sebidang kereta api, memasang rambu dan marka tambahan, melakukan edukasi masyarakat, serta berkoordinasi dengan BMKG, BPBD, SAR, dan Pertamina terkait antisipasi cuaca ekstrem dan ketersediaan BBM.
“Tentunya kami ingin memastikan masa libur Nataru bisa dinikmati dengan aman dan nyaman oleh seluruh masyarakat,” tambah Ipuk.
Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyebutkan puncak arus diprediksi terjadi pada 21–23 Desember menjelang Natal dan 28–29 Desember menjelang Tahun Baru. ASDP telah menyusun skenario pola operasi kapal dengan penyesuaian jumlah armada sesuai tingkat kepadatan penumpang.
“Pada kondisi normal kami operasikan 28 kapal, saat padat 30 kapal, dan saat sangat padat hingga 32 kapal, disertai penempatan buffer zone di Ketapang dan Gilimanuk,” ujarnya.
Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho memastikan skenario pengamanan telah disiapkan secara optimal di seluruh jalur transportasi.
“Kami memastikan pengamanan Nataru berjalan optimal mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, baik di jalan tol, jalur arteri, pelabuhan, tempat ibadah, maupun kawasan wisata. Malam ini kami juga menyeberang ke Gilimanuk untuk meninjau langsung jalur darat menuju Bali,” tegasnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Ditlantas Polda Jatim, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, ASDP Ketapang, Kapolresta Banyuwangi, Danlanal Banyuwangi, Kapolres Jembrana, Dishub Jembrana, Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), serta stakeholder terkait lainnya.
- Penulis: Banyuwangi1tv
- Editor: Haya


Saat ini belum ada komentar