Cegah DBD, Dokter Muda Unair Edukasi Kader Posyandu di Banyuwangi
- account_circle Haya
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Banyuwangi1tv.com – Upaya mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD) terus dilakukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui kegiatan intervensi dan edukasi kesehatan yang melibatkan dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) bersama kader Posyandu di Dusun Purwosari, Desa Benculuk, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Work With Community Puskesmas Benculuk yang menekankan gerakan serentak tangkal DBD. Para dokter muda terjun langsung ke masyarakat untuk memetakan berbagai permasalahan kesehatan sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Sebelum melakukan intervensi, para dokter muda terlebih dahulu melakukan survei di wilayah Desa Benculuk. Hasil survei menunjukkan bahwa DBD menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian.
Kepala UPTD Puskesmas Benculuk, Hj. Tatiek Setyaningsih, mengatakan edukasi kepada kader Posyandu menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan DBD di tingkat masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, kader dibekali pengetahuan mengenai penularan DBD serta langkah-langkah pencegahan agar kasus tidak berkembang dan berpotensi menjadi wabah.
Salah satu sasaran intervensi yakni mendorong penerapan program Satu Rumah Satu Jumantik, atau juru pemantau jentik.
Program ini diharapkan membuat setiap rumah memiliki pemantau jentik yang melakukan pemeriksaan secara rutin. Dengan demikian, keberadaan jentik nyamuk dapat diketahui lebih dini dan segera ditangani.
Dokter muda Fakultas Kedokteran Unair, Maxwell Salvador, menjelaskan keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam keberhasilan pencegahan DBD. Edukasi yang diberikan kepada kader diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Kader Posyandu juga menyambut baik kegiatan tersebut. Kader Posyandu Melati 1, Aisah Mahmudah, menilai edukasi dari para dokter muda dapat menambah pengetahuan kader sekaligus memperkuat peran mereka dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Menurutnya, pencegahan DBD membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah desa dan kecamatan, hingga dinas kesehatan.
Puskesmas Benculuk berharap kolaborasi dengan dokter muda Unair dapat semakin memperkuat upaya preventif, khususnya dalam mencegah peningkatan kasus DBD di wilayah kerjanya.
Masyarakat juga diimbau rutin menerapkan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Upaya tersebut dapat diperkuat dengan langkah lain, seperti menggunakan losion antinyamuk serta bubuk abate sesuai anjuran.
Dengan keterlibatan aktif kader dan masyarakat, pencegahan DBD diharapkan dapat dilakukan sejak dini sehingga risiko peningkatan kasus hingga terjadinya wabah dapat ditekan.



- Penulis: Haya
- Editor: Haya


Saat ini belum ada komentar