Hasil Digitalisasi Bansos Segera Diumumkan, Warga Banyuwangi Bisa Ajukan Sanggahan
- account_circle Banyuwangi1tv
- calendar_month Jum, 23 Jan 2026
- comment 0 komentar

Banyuwangi1tv.com – Hasil pendaftaran program digitalisasi bantuan sosial (bansos) atau perlindungan sosial (Perlinsos) yang diuji coba pertama kali di Kabupaten Banyuwangi akan segera diumumkan. Warga yang telah mendaftar dapat mengakses hasil seleksi sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah pusat.
Pemerintah memperkirakan pengumuman hasil seleksi Perlinsos digital akan dimulai pada awal Februari 2026. Hasil pendaftaran bisa diakses masyarakat melalui kantor desa, agen Perlinsos, serta laman Portal Perlinsos.
“Hasil seleksi yang diumumkan berasal dari filter uji coba terbaru. Prosesnya transparan, termasuk alasan mengapa seseorang dinyatakan layak atau tidak layak menerima bantuan,” ujar Principal Expert Government Technology Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Rahmat Danu Andika, usai sosialisasi tahapan lanjutan Digitalisasi Bansos di Pendopo Banyuwangi, Jumat (23/1/2026).
Untuk mendukung pengumuman tersebut, Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) telah melakukan sosialisasi kepada agen Perlinsos dan tokoh masyarakat di Banyuwangi selama empat hari, mulai 20 hingga 23 Januari 2026.
Masyarakat yang merasa tidak mampu namun dinyatakan tidak layak menerima bansos berdasarkan hasil seleksi, dapat mengajukan sanggahan. Masa sanggah akan dibuka selama satu bulan setelah pengumuman hasil seleksi.
“Proses sanggah sangat mudah. Bisa melalui agen Perlinsos, secara mandiri lewat Portal Perlinsos, atau datang langsung ke kantor desa untuk dibantu petugas,” jelas Andika.
Ia menambahkan, proses sanggah bertujuan untuk menghasilkan data penerima bantuan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Data sanggahan dari warga akan diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Jika terbukti benar, data penerima akan diperbarui secara otomatis.
Andika juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sebagai daerah pertama yang dipercaya menjadi lokasi uji coba Perlinsos digital.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Perlinsos digital di Banyuwangi berjalan cukup lancar. Kolaborasi antar kementerian serta dukungan Pemkab dan masyarakat sangat baik,” ujarnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Sosial, Andy Kurniawan, menyampaikan bahwa hasil akhir pendataan Perlinsos digital akan menjadi dasar penyaluran dua program bantuan sosial ke depan, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“Konsekuensinya akan ada perubahan penerima. Warga yang dinilai tidak layak akan dikeluarkan dari daftar dan digantikan dengan mereka yang dinyatakan layak berdasarkan data terbaru,” kata Andy.
Ia menjelaskan, jumlah penerima bansos disesuaikan dengan kuota yang ditetapkan pemerintah pusat berdasarkan rasio tingkat kemiskinan daerah. Jika jumlah warga yang layak melebihi kuota, akan diterapkan sistem perangkingan.
“Penerima dipilih dari keluarga paling tidak mampu hingga kuota terpenuhi. Sisanya masuk antrean. Data ini dinamis dan diperbarui setiap tiga bulan,” jelasnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, program digitalisasi bansos ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
“Bansos akan lebih tepat sasaran dan akuntabilitasnya juga lebih terjaga,” pungkas Ipuk.





- Penulis: Banyuwangi1tv
- Editor: Haya


Saat ini belum ada komentar