Banyuwangi1tv.com – Menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri, harga sejumlah kebutuhan pokok kerap mengalami kenaikan. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan stok dan stabilitas harga tetap terjaga.
“Selama Ramadan sejumlah bahan pangan berpotensi mengalami kenaikan harga. Karena itu harus ada langkah-langkah konkret untuk menjaga stok dan stabilitas harga, menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah,” kata Ipuk, Selasa (10/2/2026).
Ipuk menjelaskan, Pemkab Banyuwangi bersama TPID akan melakukan intervensi sejak dini dengan menjalankan strategi pengendalian inflasi berbasis 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Untuk menjaga keterjangkauan harga, Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan diminta berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Bulog, Perpadi, dan Bank Indonesia Jember, dalam pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) secara masif.
Selain itu, sebanyak 97 Toko Pengendali Inflasi Banyuwangi (Top Si Wangi) juga dioptimalkan perannya.
“Pelaksanaan pasar murah dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memangkas jalur distribusi, dengan mendatangkan barang langsung dari produsen atau Bulog ke konsumen. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau,” ujar Ipuk.
Sementara itu, untuk menjamin ketersediaan pasokan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertapang) melakukan pengawasan terhadap stok bahan pangan, khususnya daging dan telur ayam ras, guna mencegah eskalasi harga selama Ramadan.
“Dispertapang harus melakukan pengamanan stok dan pemantauan populasi dari hulu. Kita harus memastikan surplus produksi yang tercatat dalam Neraca Pangan tetap terjaga di tingkat peternak lokal,” tegasnya.
Sebagai bagian dari langkah pengendalian inflasi, Ipuk juga telah menggelar Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) pada Jumat (30/1/2026) untuk memastikan kesiapan stok dan stabilitas harga pangan.
Rakor tersebut diikuti Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kepala Bank Indonesia Jember Iqbal Reza Nugraha, jajaran Forkopimda Banyuwangi, Kepala Bulog Dwiana Puspitasari, perwakilan BPS dan KPPN, para kepala OPD, serta sejumlah stakeholder terkait sebagai pelaksana teknis kebijakan TPID.
Dengan sinergi lintas sektor tersebut, Pemkab Banyuwangi berharap kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri dapat terpenuhi dengan harga yang tetap stabil dan terjangkau.
Saat ini belum ada komentar