Miris! Rumah Warga Rogojampi Nyaris Roboh, Tak Tersentuh Program Bedah Rumah
- account_circle Banyuwangi1tv
- calendar_month Jum, 18 Jul 2025
- comment 0 komentar

Banyuwangi1tv.com – Di tengah gencarnya program bedah rumah yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, masih ada warga yang luput dari perhatian. Salah satunya adalah Pak Nanang (56), warga RT 02 RW 04 Dusun Rogojampi Utara, Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi, yang harus bertahan hidup di rumahnya yang nyaris roboh.
Kondisi rumah Pak Nanang sangat memprihatinkan. Saat tim media berkunjung ke lokasi pada Kamis (17/7/2025), tampak tiang penyangga atap sudah miring, sebagian patah, atap bocor di berbagai sudut, dan dinding bambu yang lapuk dimakan usia.
“Kalau musim hujan disertai angin kencang, saya tidak bisa tidur. Takut rumah ini ambruk. Atapnya juga bocor di mana-mana,” ujarnya lirih dengan tatapan kosong.
Pak Nanang mengaku, pihak Pemerintah Desa Rogojampi sudah beberapa kali datang untuk mendata dan mendokumentasikan kondisi rumahnya. Namun hingga kini, belum ada tindakan nyata atau realisasi bantuan yang dijanjikan.
“Rumah ini peninggalan orang tua saya, sejak dulu belum pernah direnovasi. Jangan tunggu roboh dulu baru ada perhatian,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Rogojampi Hj. Siti Djamilah, S.Sos, membenarkan kondisi rumah Pak Nanang yang memang sangat memprihatinkan.
“Kami dari pihak pemdes sudah mendatangi dan mendata nama Pak Nanang untuk diusulkan dalam program bedah rumah. Namun ada kendala teknis yang menyebabkan program tersebut belum bisa direalisasikan,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dusun Rogojampi Utara, Abdurrahman. Ia mengaku sudah mendata rumah Pak Nanang sejak tahun 2024, namun terdapat kendala pada persyaratan administratif yang menyebabkan bantuan belum bisa dilanjutkan.
Menanggapi hal ini, Irfan Hidayat, Ketua Lembaga Forum Rogojampi Bersatu (FRB), menyatakan keprihatinannya.
“Kami sangat menyayangkan masih ada rumah tidak layak huni di tengah kota kecamatan seperti ini. Ini seharusnya jadi perhatian serius,” tegasnya.
Irfan berharap, kasus yang dialami Pak Nanang dapat menjadi alarm bagi instansi terkait agar lebih mengutamakan keselamatan warga dan aspek kemanusiaan dalam menyalurkan bantuan.
- Penulis: Banyuwangi1tv


Saat ini belum ada komentar