Nasim Khan Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI di Banyuwangi, Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong
- account_circle Haya
- calendar_month Sen, 8 Des 2025
- comment 0 komentar

Banyuwangi1tv.com – Senin malam (8/12/2025), suasana Daipoeng Simpang Blimbingsari, Banyuwangi. dipenuhi ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat. Mereka datang dengan antusiasme yang sama, mengikuti sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang disampaikan Anggota DPR/MPR RI, H. M. Nasim Khan, dalam rangkaian kunjungan kerjanya di daerah pemilihan Jawa Timur III. Banyuwangi, situbondo, Bondowoso.
Di hadapan tokoh agama, masyarakat, pemuda, hingga akademisi, Nasim Khan menegaskan kembali makna Empat Pilar Kebangsaan RI, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, yang menurutnya bukan sekadar konsep, melainkan “tiang-tiang kokoh yang menjaga bangsa tetap berdiri di tengah perubahan zaman.”
“Empat Pilar bukan hanya slogan,” tuturnya dengan nada yang menenangkan, “tetapi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita perlu terus merawatnya agar nilai-nilai kebangsaan tidak luntur di tengah dinamika sosial yang berkembang sangat cepat.”
Sebagai anggota MPR RI, Nasim Khan menilai bahwa menjaga pemahaman dan penerapan nilai kebangsaan adalah tanggung jawab moral yang tak bisa dilepaskan. Ia memandang akhir tahun 2025 sebagai momentum penting memperkuat kembali kesadaran publik terhadap jati diri bangsa, termasuk di wilayah Banyuwangi dan kawasan-kawasan yang menjadi basis sosial ekonomi masyarakat di Dapil Jawa Timur III.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat terus menjalin silaturahmi dan memperkuat gotong royong, nilai yang menjadi denyut nadi kehidupan desa hingga kabupaten.
“Gotong royong adalah kekuatan kita. Dari lingkungan kecil, dari rumah dan desa, hingga akhirnya menguatkan kabupaten,” ungkapnya.
Salah satu peserta yang hadir Nur Hidayat menyampaikan apresiasinya. Ia menilai sosialisasi Empat Pilar membuka ruang dialog yang penting bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan di tingkat lokal.
“Kami berharap materi yang disampaikan tidak berhenti di ruangan ini, tetapi dibawa pulang ke keluarga, lingkungan, hingga desa-desa kami,” ujarnya.
Kegiatan malam itu ditutup dengan diskusi interaktif dan penyerahan materi sosialisasi. Sebuah penanda bahwa upaya menjaga nilai-nilai kebangsaan tidak berhenti, melainkan terus bergerak bersama masyarakat.
- Penulis: Haya
- Editor: Haya


Saat ini belum ada komentar