Simulasi Rutin, Banyuwangi Genjot Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bencana
- account_circle Banyuwangi1tv
- calendar_month Sel, 9 Des 2025
- comment 0 komentar

Banyuwangi1tv.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai risiko bencana, terutama pada musim penghujan dan cuaca ekstrem. Dengan kondisi geografis yang memiliki banyak pegunungan dan wilayah pesisir, Banyuwangi menjadi salah satu daerah rawan bencana alam.
Sebagai langkah antisipasi, pelatihan tanggap bencana rutin digelar oleh BPBD Banyuwangi bersama Tagana, Dinsos PPKB, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat). Salah satunya melalui simulasi penanganan bencana dalam program Tagana Sapa Kampung (Tasmak) di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, bertepatan dengan agenda Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Senin (8/12/2025).
Puluhan warga mulai dari ibu-ibu, anak-anak, perangkat desa, PKK, hingga linmas dilibatkan dalam pelatihan yang mencakup penanganan kebakaran, evakuasi angin puting beliung, gempa bumi, tanah longsor, hingga pembuatan dapur umum.

“Simulasi seperti ini penting agar masyarakat tanggap ketika bencana terjadi. Sebagian besar wilayah Banyuwangi merupakan daerah rawan, bukan hanya bencana alam tetapi juga kebakaran dan lainnya,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Ipuk menambahkan, warga lereng Ijen seperti di Desa Tamansari perlu memiliki pengetahuan mitigasi yang baik. Pelatihan praktis seperti cara memadamkan api menggunakan kain basah dinilai penting untuk menghindarkan kepanikan dan meminimalkan dampak awal.
Sementara itu, Koordinator Tagana Banyuwangi Dedy Utomo menjelaskan bahwa edukasi kebencanaan berbasis masyarakat menjadi kunci kesiapsiagaan. “Ketika bencana terjadi, lingkungan terdekat lah yang pertama tahu. Karena itu kami ingin masyarakat mandiri dalam penanggulangan awal,” ujarnya.
Dedy menyebut, tim kabupaten membutuhkan jeda waktu untuk mencapai lokasi bencana. Karena itu, masyarakat dan pemerintah desa disiapkan sebagai garda terdepan.
Sepanjang 2025, pelatihan serupa telah digelar di lebih dari 12 titik rawan bencana. “Minimal sebulan sekali, bahkan bisa lebih karena kami juga menggelarnya setiap ada agenda Bunga Desa,” tambahnya.




- Penulis: Banyuwangi1tv
- Editor: Haya


Saat ini belum ada komentar