KRI Teluk Kupang-519 Merapat di Banyuwangi, Strategi TNI Urai Kemacetan Ketapang-Gilimanuk Mulai Dijalankan
- account_circle Banyuwangi1tv
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Banyuwangi1tv.com – Upaya mengurai kemacetan di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk memasuki babak baru. Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi, Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.Ap., menyambut langsung kedatangan KRI Teluk Kupang-519 di Dermaga PT Pusri, Kampung Baru, Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (02/04/2026) pagi.
Kedatangan kapal perang milik TNI Angkatan Laut tersebut menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung kelancaran arus balik, khususnya di jalur vital penghubung Pulau Jawa dan Bali yang kerap mengalami kepadatan tinggi. KRI Teluk Kupang-519 yang dikomandani Letkol Laut (P) Aan Harminanto diharapkan mampu menjadi solusi alternatif transportasi laut untuk membantu mengurangi beban antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang.
Kegiatan penyambutan berlangsung mulai pukul 07.50 hingga 08.30 WIB. Dalam agenda tersebut, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, M.Sc., turut hadir bersama jajaran perwira Lanal Banyuwangi serta unsur terkait lainnya. Kehadiran para pejabat tersebut menandai keseriusan sinergi lintas instansi dalam menangani persoalan klasik kemacetan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
KRI Teluk Kupang-519 bersandar dengan aman di sisi kiri Dermaga PT Pusri setelah melalui prosedur standar pelayaran. Sebelumnya, tim merflug telah melaksanakan kesiapsiagaan guna memastikan proses sandar berjalan lancar dan aman. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib tanpa kendala berarti.
Sebagai salah satu armada strategis TNI AL, KRI Teluk Kupang-519 memiliki spesifikasi teknis yang mumpuni untuk mendukung berbagai operasi, baik militer maupun kemanusiaan. Kapal jenis Landing Ship Tank (LST) ini memiliki panjang 117 meter dan mampu melaju dengan kecepatan maksimal 16 knot. Selain itu, kapal ini juga memiliki kapasitas angkut hingga 478 personel.
Kemampuan angkut kapal ini juga mencakup kendaraan tempur berat seperti tank BMP-3F dan Leopard. Hal ini menunjukkan fleksibilitas KRI Teluk Kupang-519 dalam mendukung mobilitas alutsista maupun distribusi logistik dalam berbagai kondisi operasi.
Setelah menjalani perbaikan intensif oleh PT Tesco Indomaritim dan kembali diserahkan kepada TNI AL pada Januari 2026, kapal ini kini difokuskan tidak hanya untuk kepentingan pertahanan, tetapi juga misi kemanusiaan. Optimalisasi peran tersebut menjadi bukti nyata bahwa kekuatan militer dapat berkontribusi langsung dalam membantu masyarakat, termasuk dalam mengatasi persoalan transportasi publik.
Pengoperasian KRI Teluk Kupang-519 di kawasan Ketapang diharapkan mampu mempercepat distribusi kendaraan dan penumpang yang selama ini terhambat akibat lonjakan volume arus balik. Dengan dukungan armada ini, potensi kemacetan panjang yang kerap terjadi di jalur menuju pelabuhan dapat ditekan secara signifikan.
Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen TNI dalam mendukung stabilitas dan kelancaran mobilitas masyarakat, terutama pada momentum arus balik Lebaran yang selalu menjadi perhatian utama pemerintah. Sinergi antara TNI AL, TNI AD, dan instansi terkait menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kelancaran transportasi nasional.
Seluruh rangkaian kegiatan penyambutan hingga kesiapan operasional kapal berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kehadiran KRI Teluk Kupang-519 di Banyuwangi menjadi harapan baru dalam mengurai kepadatan Ketapang-Gilimanuk secara efektif dan berkelanjutan.




- Penulis: Banyuwangi1tv
- Editor: Haya


Saat ini belum ada komentar