Lewat Festival Kita Bisa, Banyuwangi Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif
- account_circle Banyuwangi1tv
- calendar_month Sen, 15 Des 2025
- comment 0 komentar

Banyuwangi1tv.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan ruang publik yang inklusif. Salah satunya melalui Festival Kita Bisa, yang memberikan panggung bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk mengekspresikan potensi dan prestasi mereka.
Festival yang digelar di Banyuwangi Park, Sabtu (13/12/2025), tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember. Beragam kreasi seni dan olahraga ditampilkan oleh pelajar penyandang disabilitas, mulai dari lomba lari, pembacaan puisi, hingga pertunjukan menyanyi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi para anak berkebutuhan khusus (ABK) yang telah menunjukkan prestasi membanggakan di berbagai bidang.
“Keterbatasan bukanlah kekurangan. Justru dari sanalah lahir prestasi yang menginspirasi dan membanggakan kita semua. Festival ini menjadi wujud komitmen Pemkab Banyuwangi dalam memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak,” ujar Ipuk.
Ipuk menegaskan, Banyuwangi berkomitmen menjadi kabupaten yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat. Selain menyediakan ruang ekspresi melalui festival, pemerintah daerah juga menyerap aspirasi penyandang disabilitas melalui program Rembug Disabilitas.
Melalui forum tersebut, Pemkab Banyuwangi merumuskan kebijakan berbasis pengalaman nyata penyandang disabilitas guna menjawab kebutuhan dan harapan mereka.
“Kami juga mengembangkan sekolah inklusif yang memberikan kesempatan bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk belajar di sekolah reguler bersama teman-temannya,” tambah Ipuk.
Di sektor pendidikan, pemkab juga memberikan dukungan melalui program Beasiswa Banyuwangi Cerdas, termasuk bagi pelajar difabel berprestasi. Sementara di sektor ketenagakerjaan, pemerintah daerah membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN).
“Anak-anak jangan pernah menyerah. Selalu ada jalan bagi mereka yang bersungguh-sungguh mengejar mimpi. Pemerintah hadir untuk menjembatani,” tegas Ipuk.
Ia juga mengajak seluruh pelajar dan masyarakat untuk saling menghargai serta menolak segala bentuk perundungan, penghinaan, maupun kekerasan terhadap anak-anak dengan keterbatasan fisik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Suratno, mengatakan Festival Kita Bisa merupakan bagian dari upaya memperkuat Banyuwangi sebagai kabupaten inklusif, khususnya di bidang pendidikan.
“Kegiatan ini memberi ruang bagi anak-anak disabilitas yang bersekolah di sekolah reguler agar bakat dan potensinya dapat tersalurkan sekaligus diapresiasi,” ujarnya.
Suratno menjelaskan, rangkaian Festival Kita Bisa telah dimulai sejak Agustus 2025, meliputi asesmen satuan pendidikan inklusif, bimbingan teknis guru pembimbing khusus, hingga pelaksanaan pekan olahraga dan seni anak inklusif.
Saat ini, Banyuwangi memiliki 173 satuan pendidikan penyelenggara inklusif dengan 1.275 siswa berkebutuhan khusus yang belajar di sekolah reguler, didampingi sekitar 250 guru pembimbing khusus.
“Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra nasional dan internasional, kami berharap Banyuwangi semakin kuat sebagai kabupaten inklusif dan mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh anak,” pungkasnya.




- Penulis: Banyuwangi1tv
- Editor: Haya


Saat ini belum ada komentar