Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemkab Banyuwangi Undang Ketua Kesenian Jaranan untuk Evaluasi dan Sosialisasi Manajemen Seni Pertunjukan

Pemkab Banyuwangi Undang Ketua Kesenian Jaranan untuk Evaluasi dan Sosialisasi Manajemen Seni Pertunjukan

  • account_circle Banyuwangi1tv
  • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
  • comment 0 komentar

Banyuwangi1tv.com – Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), bersama Dewan Kesenian Blambangan, menggelar pertemuan dengan para ketua kelompok kesenian jaranan dan barong di Pendopo Pelinggihan Disbudpar, Senin sore (19/5/2025).

Langkah ini diambil sebagai respons atas kejadian viral di media sosial terkait aksi kurang terpuji dalam sebuah pertunjukan kesenian jaranan beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Banyuwangi, Dewa Alit Siswanto, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk mengevaluasi serta mensosialisasikan manajemen seni pertunjukan kepada seluruh kelompok kesenian jaranan di wilayah Banyuwangi.

“Sebenarnya awalnya kami hanya mengundang dua kelompok kesenian yang terlibat. Namun, pimpinan memutuskan untuk mengundang seluruh kelompok jaranan di Banyuwangi agar evaluasi ini lebih menyeluruh dan dapat menjadi pembelajaran bersama,” ujar Dewa Alit.

Dewa menambahkan, saat ini, Kementerian Kebudayaan secara resmi mengajukan Jaranan: Seni Pertunjukan untuk masuk dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity).

“Saat ini Kementrian Kebudayaan sedang mengusulkan. Kami berharap para pelaku seni Jaranan dan konten kreator dapat share hal-hal yang baik. Kita jaga bersama supaya nama Jaranan Banyuwangi semakin baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Blambangan, Hasan Basri, menekankan bahwa pertemuan ini juga menjadi momentum refleksi.

“Kami melihat hikmah dari kejadian ini. Dengan mendengar masukan dari para pelaku seni, kita bisa mengetahui persoalan yang mereka hadapi dan harapan mereka ke depan,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, dua kelompok kesenian yang sempat viral menyatakan komitmen untuk tidak mengulangi tindakan serupa.

Ketua sanggar Kesenian Barong Lintang Joyo Kusumo, Asis Marsuki, mengungkapkan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Banyuwangi dan teman-teman pelaku kesenian Jaranan dan Barong Banyuwangi.

“Kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak. Hal ini menjadi evaluasi kepada saya selaku ketua. Saya mendukung dan menyetujui surat kesepakatan bersama tersebut demi terciptanya Kesenian Jaranan Banyuwangi yang lebih baik lagi,” ucap Marsuki, yang sanggar barong miliknya sempat viral kapan lalu.

Begitu juga disampaikan oleh ketua sanggar Jaranan Arum Sari, Sucipto Hadi, yang menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang membuat jagat maya heboh.

“Saya berterima kasih kepada teman-teman yang sudah peduli untuk menegur saya. Ini merupakan evaluasi kami untuk bisa lebih baik lagi. Ke depan kami akan terus berbenah dan mematuhi surat kesepakatan bersama yang telah disepakati tadi,” pungkas Sucipto.

Mereka bersama ketua kelompok kesenian lainnya juga menyepakati surat kesepakatan bersama sebagai pedoman dalam pelaksanaan seni pertunjukan.

Isi Surat Kesepakatan Bersama:
1. Menampilkan kesenian jaranan dengan mengutamakan estetika dan etika serta penuh tanggung jawab.
2. Tidak menampilkan pertunjukan yang mengandung unsur pornoaksi.
3. Tidak menampilkan pertunjukan yang mengandung unsur SARA.
4. Tidak menampilkan pertunjukan yang melanggar undang-undang dan norma umum, termasuk penggunaan miras, narkoba, dan zat adiktif lainnya.
5. Menyediakan barikade atau pagar untuk menertibkan penonton selama pertunjukan berlangsung.
6. Menjaga kerukunan antar kelompok kesenian jaranan dengan saling menghormati.

Kesepakatan ini disetujui oleh seluruh ketua kelompok kesenian jaranan di Banyuwangi. Jika ada pelanggaran di masa mendatang, sanksi akan dijatuhkan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Lebih lanjut, para pelaku seni berencana untuk mengadakan diskusi lanjutan guna merumuskan pakem kesenian jaranan Banyuwangi yang dapat menjadi pedoman bagi semua kelompok.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelestarian seni tradisional jaranan sebagai warisan budaya Banyuwangi, sekaligus meningkatkan kualitas dan tata kelola pertunjukan seni di masa mendatang.

  • Penulis: Banyuwangi1tv

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masuk Kerja Pertama Pasca Libur Lebaran, Bupati Ipuk Ajak Kerja Keras dan Terus Berinovasi

    Masuk Kerja Pertama Pasca Libur Lebaran, Bupati Ipuk Ajak Kerja Keras dan Terus Berinovasi

    • calendar_month Sel, 8 Apr 2025
    • account_circle Banyuwangi1tv
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Di hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menggelar Halal Bihalal dengan ribuan ASN daerah di Kantor Bupati, Selasa (8/4/2025). Di momen ini Bupati Ipuk mengajak seluruh ASN untuk kembali bekerja keras dan menjaga spirit berinovasi di tengah efisiensi. “Jadikan spirit Ramadan saat kita rajin beribadah menjadi momen bagi […]

  • Kapolda Jatim Tinjau Pelabuhan ASDP Ketapang, Pastikan Arus Balik Lebaran Lancar Play Button

    Kapolda Jatim Tinjau Pelabuhan ASDP Ketapang, Pastikan Arus Balik Lebaran Lancar

    • calendar_month Ming, 6 Apr 2025
    • account_circle Banyuwangi1tv
    • 0Komentar

    Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, dan terupdate. yuk, subscribe channel youtube Banyuwangi 1 TV

  • Pelarangan Pakaian Bekas Impor Tuai Reaksi, Pelaku Thrifting Siap Patuhi Aturan

    Pelarangan Pakaian Bekas Impor Tuai Reaksi, Pelaku Thrifting Siap Patuhi Aturan

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Banyuwangi1tv
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Wacana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk memberantas peredaran pakaian bekas impor menuai beragam tanggapan dari pelaku usaha thrifting di daerah. Mereka berharap kebijakan itu tidak serta-merta menutup mata terhadap ribuan pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidup di sektor pakaian bekas. Salah satu pelaku usaha sekaligus penyelenggara event thrifting di Banyuwangi, Roni Febriansyah, […]

  • Polresta Banyuwangi Edukasi Warga Sempu Lewat Program Mayur Kamtibmas, Bahas Bahaya Judi Online dan Narkoba

    Polresta Banyuwangi Edukasi Warga Sempu Lewat Program Mayur Kamtibmas, Bahas Bahaya Judi Online dan Narkoba

    • calendar_month Sab, 26 Apr 2025
    • account_circle Banyuwangi1tv
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Dalam upaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan dan ketertiban lingkungan, Polresta Banyuwangi melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) kembali menggelar program “Mayur Kamtibmas” di wilayah hukum Polsek Sempu pada Jumat, 25 April 2025. Acara yang berlangsung di Dusun Krajan, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu ini diikuti oleh aparat Polsek Sempu, jajaran Satbinmas Polresta Banyuwangi, […]

  • Banyuwangi Berseri, Gerakan Tanam 1000 Pohon Semarak Hari Pramuka  ke-64 dan HUT RI ke-80

    Banyuwangi Berseri, Gerakan Tanam 1000 Pohon Semarak Hari Pramuka ke-64 dan HUT RI ke-80

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Haya
    • 0Komentar

    Banyuwangi1TV.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Pramuka ke-64 tahun 2025, digelar kegiatan bertajuk Banyuwangi Berseri, Gerakan Tanam 1000 Pohon di Sungai Badeng. Aksi penghijauan ini berlangsung pada Sabtu, 30 Agustus 2025, di kawasan LMD Rimba Ayu, Songgon. Kegiatan ini diinisiasi oleh Radio Suara Banyuwangi dan Kelompok Pecinta […]

  • Hari Ke-4 Pencarian Korban Hanyut di Sungai Badeng, Tim SAR Terus Sisir Lokasi

    Hari Ke-4 Pencarian Korban Hanyut di Sungai Badeng, Tim SAR Terus Sisir Lokasi

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Banyuwangi1tv
    • 0Komentar

    Banyuwangi1tv.com – Memasuki hari keempat, upaya pencarian terhadap Ponirin (50), warga Dusun Sumberagung, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, yang hanyut terseret arus Sungai Badeng, masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Hingga Senin (8/12/2025), korban belum ditemukan. Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (5/12/2025) sekitar pukul 15.30 WIB, ketika korban sedang bekerja memecah batu di tengah aliran […]

expand_less