Sepuluh Tahun Rusak, Jalan Sumberbaru Banyuwangi Tak Kunjung Diperbaiki
- account_circle Bagus
- calendar_month Kam, 13 Nov 2025
- comment 0 komentar

Banyuwangi1tv.com – Warga Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi jalan rusak yang semakin memprihatinkan. Jalan sepanjang sekitar satu kilometer yang menjadi akses vital penghubung empat desa ini rusak parah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Akses tersebut menghubungkan Desa Kemiri dan Desa Sumberbaru di Kecamatan Singojuruh dengan Desa Parangharjo dan Desa Sumberbulu di Kecamatan Songgon. Kondisi jalan dilaporkan mengalami kerusakan selama kurang lebih sepuluh tahun tanpa ada perbaikan berarti dari pemerintah daerah.
Kerusakan jalan tampak jelas dengan aspal yang mengelupas, lubang di berbagai titik, hingga permukaan yang kembali ke tanah berbatu. Warga menilai Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terkesan tutup mata terhadap kerusakan tersebut, meski telah berulang kali diusulkan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam).

“Sudah berkali-kali kami ajukan perbaikan, bahkan ke Dinas PU CKPP sampai lima kali, tapi belum ada tindak lanjut,” ujar salah satu warga.
Akibat jalan rusak, aktivitas warga terganggu, terutama para pelajar yang setiap hari melintasi jalan itu. Saat musim hujan, kondisi semakin parah karena genangan air menutupi lubang dan permukaan jalan berubah menjadi lumpur tebal.
Bu Imas, warga Dusun Paeloan, Desa Sumberbaru, mengaku resah karena setiap hari harus mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah melewati jalan rusak tersebut.
“Saya takut jatuh waktu antar anak ke sekolah, apalagi kalau habis hujan, jalannya licin dan berlumpur,” keluhnya.
Hal senada diungkapkan Abdul Rohim, warga Dusun Rukem, Desa Kemiri, yang juga sering melintas di jalur itu. Ia berharap Pemkab Banyuwangi segera turun tangan memperbaiki infrastruktur tersebut.
“Jalan ini penting untuk aktivitas warga dan pelajar. Kalau terus dibiarkan, bisa membahayakan pengguna jalan dan menghambat ekonomi warga,” katanya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.
- Penulis: Bagus
- Editor: Haya


Saat ini belum ada komentar