Pesona Batu Akik Anti Tembak, Ajang Kontes Perdana di Banyuwangi Ramai Peserta
- account_circle Banyuwangi1tv
- calendar_month Sen, 1 Sep 2025
- comment 0 komentar

Banyuwangi1tv.com – Penghobi dan kolektor batu akik dan batu mulia sengaja menggelar kontes untuk menarik antusias masyarakat.
Kali ini di RTH Rogojampi masuk Dusun Sidomulyo, Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi jadi ajang unjuk kekuatan.
Pasalnya, penghobi dan kolektor batu akik dan mulia mengikuti kompetisi dan uji tembak pada Minggu 31 Agustus 2025.
Peserta dan kolektornya pun dari luar daerah seperti Sidoarjo, Probolinggo, Jember, Pasuruan, Situbondo, Lumajang, Surabaya. Bahkan ada juga dari Bali dan daerah di Jawa lainnya.
Istilah “batu akik anti tembak” sudah lama dikenal di kalangan pecinta batu. Batu jenis ini diyakini memiliki kekuatan luar biasa.
Konon mampu menahan energi negatif, bahkan diyakini kebal terhadap senjata. Meski demikian, para panitia menegaskan bahwa kepercayaan ini lebih pada sisi mitos dan spiritualitas, bukan untuk diuji secara nyata.
Ketua Panitia Pelaksana Kompetisi Batu Akik Rochman Ainur Rofiq mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama antara penghobi batu akik MARS Banyuwangi yang dikomando oleh Captain Agus.
Selain itu, kerjasama ini juga didukung penuh oleh Pemerintah Desa Gitik dan Pemuda FOSDA yang selalu aktif dalam membuat kegiatan positif.
“Juara dari kontes batu akik ini akan menambah nilai jual barang antik,” kata Rochman.

Menurutnya, kontes ini bukan hanya lomba, melainkan sarana melestarikan tradisi dan menumbuhkan kecintaan pada warisan budaya batu akik.
“Batu akik anti tembak biasanya memiliki serat dan corak khas yang membuatnya terlihat kuat dan berwibawa. Banyak yang percaya batu ini memberikan perlindungan, kewibawaan, dan keberanian bagi pemiliknya,” terang Rohman.
Rohman menambahkan, para peserta membawa berbagai jenis batu akik dengan kategori khusus anti tembak, seperti batu bacan hitam, pancawarna keras, dan batu combong berlapis.
Setiap batu dinilai berdasarkan keindahan, keunikan serat, serta aura yang dipancarkan, bukan dengan cara ekstrem yang membahayakan.
“Kontes ini mengedepankan nilai estetika dan filosofi batu akik. Jadi yang dinilai adalah keindahan batu, keaslian, serta cerita yang melekat pada masing-masing batu. Dari situ juri menentukan siapa yang berhak membawa pulang hadiah jutaan rupiah,” tambah Rochman.
Gelaran ini sontak menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Ratusan pengunjung tampak antusias menyaksikan koleksi batu akik yang dipamerkan, bahkan banyak yang ikut berburu batu langka sebagai koleksi pribadi.
Bagi sebagian orang, batu akik memang bukan sekedar perhiasan, melainkan simbol filosofi, doa, dan keyakinan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kontes di RTH Rogojampi Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi ini menjadi bukti bahwa pesona batu akik anti tembak masih tetap hidup dan digemari hingga saat ini.
Sementara itu, Kepala Desa Gitik Hamzah mengatakan bahwa dengan acara ini bisa menambah nilai silaturahmi dan persaudaraan antar sesama kolektor.
Tidak hanya itu, acara ini menarik daya tarik ekonomi bagi masyarakat melalui UMKM dan lelang batu akik dan barang antik. Semua ini dirangkai dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Republik Indonesia.
“Kami berharap acara yang serupa bisa terselenggara kembali. Tentunya dengan melestarikan batu akik dan batu mulia sebagai warisan budaya,” pungkasnya.
- Penulis: Banyuwangi1tv


Saat ini belum ada komentar